
Setiap orang harus memiliki wirid dan dzikir sesuai dengan posisi perwakilan yang dituntut oleh kedudukannya. Misalnya, saya harus merasa wajib membaca wirid sebanyak wirid yang dibaca oleh lima sampai sepuluh orang. Dan saya harus berkata kepada diri sendiri: “Karena begitu banyak orang menaruh perhatian kepadamu, maka engkau harus memberikan hak dari perhatian itu, dan dengan menjaga hubunganmu dengan Allah lebih kuat daripada orang lain, di satu sisi engkau harus bersyukur atas nikmat ini, di sisi lain engkau harus mengungkapkan permohonanmu untuk kelangsungan nikmat ini dengan cara demikian.” Ya, saya berkata demikian dan saya juga berusaha menerapkannya.
Berangkat dari sini, orang-orang yang berada di pimpinan berbagai unit pelayanan agama seperti muazin, imam, khatib, mufti, dan sebagainya, harus memperbanyak wirid dan zikir mereka sesuai dengan posisi perwakilan mereka, dan pasti harus memperkuat hubungan mereka dengan Rabb mereka. Jika tidak, mereka tidak akan menunaikan hak dari kedudukan yang mereka tempati.
Tolong, jangan ada yang mengarang alasan seperti “Di tengah pekerjaan yang begitu padat kami tidak bisa menemukan waktu, kami pulang ke rumah pada malam larut dalam keadaan lelah,” dan sebagainya. Mereka yang berlindung di balik alasan-alasan palsu seperti itu, jika mereka menoleh dan melihat kehidupan sehari-hari mereka, mereka akan melihat betapa berharganya waktu yang mereka habiskan untuk sesuatu yang sia-sia, dan mereka akan merasa malu. Ketika saya mengungkapkan hal ini pada kesempatan lain, saya pernah berkata, “Manusia adalah korban waktu. Terkadang ia menghabiskan berjam-jam hanya untuk secangkir teh atau kopi, tetapi terkadang ia tidak bisa menemukan waktu untuk urusan-urusan yang paling vital.”
Ya, ketika kita mengintrospeksi kehidupan sehari-hari kita, kita dapat menemukan banyak contoh untuk hal ini. Tidak perlu dikatakan bahwa kita memiliki waktu sebanyak dunia yang kita sia-siakan dengan hal-hal kosong dan tak berguna… Sekarang, di satu sisi waktu yang dihabiskan begitu boros, di sisi lain tidak bisa menemukan waktu untuk masalah-masalah yang paling vital.. kita akan sedikit kesulitan untuk mendamaikan hal ini. Sebagai kesimpulan, sekali lagi saya harus mengingatkan bahwa setiap orang pasti harus memiliki waktu yang dikhususkan untuk wirid dan zikir, dan ia tidak boleh mengajukan alasan apa pun dalam hal ini.
